Kasidah Burdah merupakan karya manumental yang ditulis oleh Imam Al-Bushiri. Kasidah ini menjadi langgam cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW yang dibaca oleh hampir semua orang Islam.
Imam Al-Bushiri, yang nama lengkapnya Imam Syarafuddin Muhammad bin Sa’id bin Hammad bin Abdullah ash-Shanhaji al-Bushiri, merupakan ulama besar pada eranya.


Kali ini pembaca dihadapkan pada buku yang berjudul Syarah Burdah: Merawat Cinta Kepada Nabi, Meneladani Sang Insan Terpuji. Buku ini merupakan terjemahan dari Az-Subdah Ar-Raiqah fi Syarah Al-Burdah Al-Faiqah karya Syekh Zakariya al-Anshari. Beliau juga ulama besar yang reputasinya melampaui zaman dan masyhur hingga era saat ini.
Dalam pengantarnya pada buku terjemahan ini, K. M. Faizi, yang merupakan penyair dan pengasuh Pondok Pesantren (PP) Annuqayah Sumenep, Madura, menjelaskan bahwa Syekh Zakariya al-Anshari berupaya untuk memahami belantara kata-kata.
Beliau menjelaskan, “Burdah laksana permadani Persia: Motifnya ramai dan rapat, seakan tak menyisakan celah. Dalam syarah ini, Syekh Zakariya al-Anshari bertindak sebagai rimbawan yang memandu pembaca memasuki belantara kata-kata yang penuh keindahan itu.” (hal. xx).
