MEMBACA
Ikan-ikan di kepalaku mulai berenang
Menggerakkan sirip-sirip keingintahuan
Kuceburkan mata pada huruf-huruf
di halaman buku
Lalu ia berenang sesuka-suka.
Kadang, aku tersesat pada hutan kalimat
Yang membuatku harus
Membuka kompas pada kamus abjad
Dari ingatan-ingatan yang sudah lama hilang.

Kuangkat jangkar yang mencengkeram kuat
Dari dasar jiwa
Kuarahkan kemudi menuju taman pengetahuan
Angin datang, menabuhi pundak
Rasa dinginnya tumpah ke dalam sumsum tulang
Bersama kunang-kunang yang menolak redup
Di sudut gua-gua kealfaan.
sungai-sungai mata air mata mengucur,
merambati hati yang tandus
Malang, 23 Juli 2026.
HUJAN
Teruntuk sahabatku: M. Nafais
Kulihat hujan berjatuhan seharian dari bola matamu
Hingga menggenang menjadi danau
Tapi ikan-ikan di dalamnya
tak berkecipak riang seperti biasa
ternyata mereka bertapa,
sembari berzikir
seperti suara-suara
Yang sering terdengar
Dari lorong dapur
Tempat doa-doa
Berendam dalam kuah masakan
Kemudian mengalir
berdiam dalam rawa hatimu
Ia takkan pernah terbawa arus
Meski gelombang mengoyaknya
membawa tangan
Yang sering mengelusnya
