MEMBACA HUJAN DI BOLA MATAMU

MEMBACA

Ikan-ikan di kepalaku mulai berenang
Menggerakkan sirip-sirip keingintahuan
Kuceburkan mata pada huruf-huruf
di halaman buku
Lalu ia berenang sesuka-suka.
Kadang, aku tersesat pada hutan kalimat
Yang membuatku harus
Membuka kompas pada kamus abjad
Dari ingatan-ingatan yang sudah lama hilang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kuangkat jangkar yang mencengkeram kuat
Dari dasar jiwa
Kuarahkan kemudi menuju taman pengetahuan
Angin datang, menabuhi pundak
Rasa dinginnya tumpah ke dalam sumsum tulang
Bersama kunang-kunang yang menolak redup
Di sudut gua-gua kealfaan.
sungai-sungai mata air mata mengucur,
merambati hati yang tandus

Malang, 23 Juli 2026.

HUJAN
Teruntuk sahabatku: M. Nafais

Kulihat hujan berjatuhan seharian dari bola matamu
Hingga menggenang menjadi danau
Tapi ikan-ikan di dalamnya
tak berkecipak riang seperti biasa
ternyata mereka bertapa,
sembari berzikir

seperti suara-suara
Yang sering terdengar
Dari lorong dapur
Tempat doa-doa
Berendam dalam kuah masakan
Kemudian mengalir
berdiam dalam rawa hatimu
Ia takkan pernah terbawa arus
Meski gelombang mengoyaknya
membawa tangan
Yang sering mengelusnya

Tinggalkan Balasan