Tradisi Roan dan Pendidikan Karakter Santri

Banyak dari kita kaum santri, utamanya masyarakat awam, yang memandang lingkungan pondok pesantren sebagai tempat kotor dengan banyak penyakit yang sering menimpa santri-santrinya. Penyakit yang paling umum dan khas diderita para santri adalah penyakit kulit, atau dikenal dengan istilah gudig atau gudigen.

Penyebabnya karena kaum santri dinilai kurang dalam menjaga kebersihan, apalagi karena tinggal di pesantren, banyak santri yang harus memakai tempat dan peralatan yang sama dalam segala hal dengan sesama santri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mandi, misalnya, mereka harus bergantian menggunakan tempat mandi dan airnya pun kadang tidak selalu mengalir dan bersih. Dari situlah timbul banyak permasalahan kesehatan. Karena, ada stigma bahwa pondok pesantren sebagai tempat yang cenderung kotor dan kurang menjaga kebersihan.

Di sisi lain, pesantren mempunyai tradisi yang terus dilestarikan dan secara turun temurun, yakni tradisi bersih-bersih lingkungan pesantren. Mereka biasa menyebutnya dengan istilah roan. Tradisi ini dilakukan oleh semua santri yang tinggal di pesantren, baik senior maupun junior, baik santri putri maupun santri putra. Biasanya, roan dilakukan di hari libur. Jumat biasanya ditetapkan sebagai hari hari roan untuk para santri untuk membersihkan lingkungan pondok.

Tinggalkan Balasan