Setiap pesantren mempunyai kebijakan masing-masing dalam menetapkan jadwal roan untuk para santrinya. Ada pesantren yang menetapkan bahwa seluruh santri harus mengikuti roan satu minggu sekali setiap hari Jumat. Ada juga pesantren yang membuat jadwal bergilir bagi santri untuk roan. Biasanya jadwal ini ditetapkan berdasarkan kamar masing-masing. Jadwal ini dibuat untuk mempermudah santri dalam menyesuaikan kekompakan dalam melaksanakan kegiatan bersih-bersih ini.
Kegiatan bersih-bersih atau roan misalnya meliputi pembersihan kamar mandi, yaitu menguras bak mandi dan juga membersihkan closed. Tidak ketinggalan juga saluran air dan tempat berwudhu serta tempat mencuci pakaian. Dalam roan, para santri akan mengumpulkan sampah dan membuangnya ke tempat pembuangan akhir. Ada juga santri yang bertugas membersihkan ndalem atau rumah kiai.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para santri, karena mereka biasanya senang mendapat tugas bersih-bersih ini sembari bercanda dengan teman seperjuangan agar tidak merasa lelah.
Di pesantren yang mempunyai peraturan ketat dalam hal kebersihan, sesuai peraturan, jika ada pakaian yang jatuh dan tidak ada yang mengambil melebihi tujuh hari, maka akan dibuang oleh petugas piket roan. Dan jika ada yang menggantung jemuran melebihi tujuh hari, maka pengurus juga akan menyita pakaian tersebut sampai si pemilik mencari dan membayar denda serta menjalani hukuman takzir agar bisa mendapatkan pakaiannya kembali.
