Abuya Nawi, Ulama Kharismatik Betawi

Kemudian, jika berceramah di hadapan masyarakat, maka ceramahnya itu mengandung kebaikan dan mengajak untuk berbuat kebaikan. Lalu, jika berceramah di hadapan santrinya, Abuya Nawi selalu mengingatkan mereka untuk belajar serta menghafal dan mengulang-ulang (mudzakaroh) pelajarannya.

Ada satu pesan yang selalu diingat para santrinya: “Belajarlah sekali, mengulang-ulang seribu kali.” Perkataan itu selalu diucapkan ketika sedang mengajar atau berceramah di hadapan para santrinya agar selalu diingat dan dilakukan oleh santrinya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Yang juga menarik, ketika berceramah di berbagai tempat di Betawi, tak hanya dibanjiri jamaah. Oleh karena itu, abuya selalu diundang setiap ada acara keagamaan di tanah Betawi. Ada dua ulama dan habib yang selalu menyertai di mana pun Abuya Nawi berdakwah. Keduanya adalah Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf dan Habib Husein bin Ali bin Husein Al-Attas. Karena sering bertemu bertiga dalam sebuah acara, Abuya Nawi, Habib Ali dan Habib Husein sering dijuluki “Tiga Serangkai”.

Selain sebutan “Tiga Serangkai”, Abuya Nawi juga dijuluki sebagai “Syibawaih di zamannya”. Ini karena keahliannya di bidang ilmu nahu-saraf. Sebab, sejak mulai belajar ia memang menekuni ilmu nahu-saraf itu, dan saat mengajar pun ia selalu memberi nasihat kepada santri untuk menguasai ilmu alat itu.

Sebagai pencari ilmu sejati, sanad keilmuan Abuya Nawi bersambung tiada putus kepada guru-gurunya sampai dengan Rasulullah.

Tinggalkan Balasan