jangan lemah dan lalai
mudah ketipu hanya karena
yang datang padamu
membawa panji-panji agama
tetaplah waspada, tetaplah terjaga
waspadalah, bahaya bisa datang kapan saja
terus belajar mengembangkan akal
terus berlatih agar bermental

2024.
KEPADA GUS DUR
mendengar namamu disebut, terasa hati teduh dan takjub
bagaimana mewujudkan persatuan dalam perbedaan
toleransi menghargai setiap makhluk
memandang mereka dengan mata kasih sayang
jika anak-anak Tionghoa, perempuan dan kaum ibu
pernah mencampur luka dengan airmata di bulan rawan itu
engkau mengangkat derajat mereka menjadi manusia
kesetaraan di alam demokrasi yang terkembang
kebebasan bersembahyang, merayakan hari baik
yang selama itu tidak boleh dijalankan, kecuali diam-diam
bagaimana menyembunyikan airmata, ketika mengingat
begitu banyak intrik politik mengguncangmu dan negeriku
dan engkau tetap tenang menghadapi badai gelombang
“gitu aja repot!” katamu dengan gampang
ketika engkau didesak keluar dari jabatan kepresidenan
engkau keluar bak bukan siapa-siapa dari istana
mengenakan celana pendek dan kaos oblong
menanggalkan dengan enteng segala yang glamour
“buat apa mati-matian mempertahankan kekuasaan,” ucapmu
kata-kata itu mestinya menjadi ayat para pemimpin masa depan
mendengar namamu disebut, terasa kedamaian membujuk
melihat wajahmu yang sejuk, terasa ketenangan merasuk
2024.
DAMAILAH DI TANAH AIR SENDIRI
damailah di Indonesia, sepotong negeri surga
yang sejak lama telah diincar kekayaan alamnya
jadilah gagah
membangun sekitar
rawat tanah moyang
agar senantiasa terjaga, tidak goyang
damailah di sini,
di tanah air Indonesia tercinta
bangunlah jiwa-jiwanya
agar tidak mudah terperdaya
pada bujuk rayu dan janji para penguasa
yang mau menggunakan kekuasaannya
sebagai alat untuk memperkaya
kelompok-kelompoknya sendiri
damailah di rumahmu sendiri
rumah Indonesia, rumah bahagia
jangan biarkan taman-taman indah
diganti reruntuhan dan kehancuran
damailah di Indonesia, wahai rakyat pribumi
sebab tidak ada nikmat paling indah
selain lahir di sini, maka jangan dustakan
dengan tidak mau berjuang dengan menjaganya
bergembiralah, rakyat Indonesia
jangan takut dengan kesedihan
yang dikabarkan para tiran dan antek-anteknya
yang sebenarnya selalu dalam kesusahan
2024.
