AGAMA BERHALA

jangan lemah dan lalai
mudah ketipu hanya karena
yang datang padamu
membawa panji-panji agama

tetaplah waspada, tetaplah terjaga
waspadalah, bahaya bisa datang kapan saja
terus belajar mengembangkan akal
terus berlatih agar bermental

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

2024.

KEPADA GUS DUR

mendengar namamu disebut, terasa hati teduh dan takjub
bagaimana mewujudkan persatuan dalam perbedaan

toleransi menghargai setiap makhluk
memandang mereka dengan mata kasih sayang

jika anak-anak Tionghoa, perempuan dan kaum ibu
pernah mencampur luka dengan airmata di bulan rawan itu

engkau mengangkat derajat mereka menjadi manusia
kesetaraan di alam demokrasi yang terkembang

kebebasan bersembahyang, merayakan hari baik
yang selama itu tidak boleh dijalankan, kecuali diam-diam

bagaimana menyembunyikan airmata, ketika mengingat

begitu banyak intrik politik mengguncangmu dan negeriku

dan engkau tetap tenang menghadapi badai gelombang
“gitu aja repot!” katamu dengan gampang

ketika engkau didesak keluar dari jabatan kepresidenan
engkau keluar bak bukan siapa-siapa dari istana

mengenakan celana pendek dan kaos oblong
menanggalkan dengan enteng segala yang glamour

“buat apa mati-matian mempertahankan kekuasaan,” ucapmu
kata-kata itu mestinya menjadi ayat para pemimpin masa depan

mendengar namamu disebut, terasa kedamaian membujuk
melihat wajahmu yang sejuk, terasa ketenangan merasuk

2024.

DAMAILAH DI TANAH AIR SENDIRI 

damailah di Indonesia, sepotong negeri surga
yang sejak lama telah diincar kekayaan alamnya

jadilah gagah
membangun sekitar
rawat tanah moyang
agar senantiasa terjaga, tidak goyang

damailah di sini,
di tanah air Indonesia tercinta
bangunlah jiwa-jiwanya
agar tidak mudah terperdaya

pada bujuk rayu dan janji para penguasa
yang mau menggunakan kekuasaannya
sebagai alat untuk memperkaya
kelompok-kelompoknya sendiri

damailah di rumahmu sendiri
rumah Indonesia, rumah bahagia
jangan biarkan taman-taman indah
diganti reruntuhan dan kehancuran

damailah di Indonesia, wahai rakyat pribumi
sebab tidak ada nikmat paling indah
selain lahir di sini, maka jangan dustakan
dengan tidak mau berjuang dengan menjaganya

bergembiralah, rakyat Indonesia
jangan takut dengan kesedihan
yang dikabarkan para tiran dan antek-anteknya
yang sebenarnya selalu dalam kesusahan

2024.

Tinggalkan Balasan