Agama dan Persoalan Kemanusiaan Kontemporer

Dari hasil renungan mendalam saya―yang dihasilkan dari membaca beberapa buku, ada satu pertanyaan yang turut mengganjal. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan agama dewasa ini yang tidak bisa mengatasi permasalahan kemanusiaan. Permasalahan yang dimaksud seperti kemiskinan, marginalisasi, penindasan dan beberapa permasalahan sosial lainnya. Maka satu pertanyaan yang terlintas di benak saya, “apakah agama bisa mengatasi persoalan kemanusiaan?

Kita barangkali sering menyaksikan beberapa kasus kemanusiaan yang menyiksa masyarakat. Mulai dari kemiskinan struktural yang tak kunjung usai, kekerasan terhadap kelompok rentan, hingga ketidakadilan hukum yang kerap tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Namun kita jarang melihat agama sebagai sebuah solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Malah terkadang agama turut andil dalam terjadinya permasalahan tersebut.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam hal ini, yang perlu digarisbawahi adalah agama hadir untuk memecahkan masalah kemanusiaan secara tuntas, bukan hanya menjadi penenang atau penenteram para korban―menghibur, menyabarkan, mendorong untuk tabah.

Dalam pengertian klasik, kata agama berasal dari bahasa Sansekerta, yakni kata “a” dan “gama”. Kata “a” memiliki arti tidak, sedangkan “gama” berarti kacau.  Sehingga terminologi agama secara sederhana dapat dimaknai sebagai panduan agar orang beragama tidak mengalami kekacauan hidup.

Dengan kata lain, dalam batasan ini, agama dipahami sebagai tata aturan agar kehidupan kehidupan pemeluknya menjadi teratur dan tidak kacau. Melihat definisi agama yang arahnya menyejahterakan hidup pemeluknya, maka sudah sepantasnya agama hadir sebagai solusi atas permasalahan kemanusiaan yang terjadi.

Tinggalkan Balasan