TANAH-TANAH DOSA

TANAH-TANAH DOSA

Aku meminjam magrib mengkhatamkan selembar firman,
bersimpuh di atas rumah Tuhan,
menghafal bayati yang diberi seorang guru,
mengulang nuansa shoba di antara tajwid saktah,
dan menunggu suara bilal pecah,
dari dinding-dinding ibadah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Aku bukan rasul,
bukan pula santri yang kerap bertaharah dari lautan nafsu,
tapi di tanah ini,
kurasa dosa sungguh pasang.

Orang-orang menjinaki hutan dengan panas besi,
mencipta tumbang pepohonan, bangkai-bangkai hutan, bukit rompal,
dan tak pernah tahu,
tentang celaka hari kemudian.

Andai akhirat muhal kutapaki,
dan surga-neraka tak lagi bisa kubaca,
di tanah manakah aku mesti berpuasa,
sebab tempatku melahirkan haus pada jabatan,
juga rasa lapar kekuasaan.

Andai akhirat serupa perahu,
ke dermaga manakah aku pantas berlabuh,
sebab aku hanya penumpang,
tak menghapal,
pulau-pulau perompak.

Kota Langsa, 12 Februari 2026.


Tinggalkan Balasan