R20: Mencari Solusi
Posisi agama saat ini dinilai hanya sebatas eksistensi minim substansi. Banyak tudingan yang menyebut agama sekarang menjadi sumber konflik berkepanjangan. Di samping itu, perannya dalam mengawal realitas perkembangan zaman dinilai telah alpa.

Berbagai tindakan konsolidasi dan diskusi telah diupayakan tapi acapkali gagal. Hingga kemudian, menemukan momentumnya dengan adanya forum Religion of twenty (R20) sebagai rangkaian dari penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20. Ide ini suatu hal yang prestisius. Sebab, skala partisipannya melibatkan seluruh pemuka agama dari penjuru dunia guna merefleksikan secara jujur terhadap problem antaragama yang dialami.
Forum ini memberikan ruang diskusi untuk membahas isu-isu keagamaan internasional hingga menuju titik temu. Tidak hanya itu, wacana yang dilakukan juga membenahi reposisi agama dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan politik masyarakat global. Pergeseranpun dilakukan dari persekutuan pro-eksistensi menuju ko-eksistensi.
Jika selama ini agama hanya diterapkan sebagai salah satu instrumen pembangunan, forum R20 secara spesifik akan membicarakan berbagai permasalahana agama dalam pergaulan dunia, termasuk upaya rekonsiliasi. Dimulai dari pembenahan politik identitas, hingga merumuskan kebijakan mediasi dalam rangka menghentikan segala peperangan yang telah menghancurkan makna kemanusiaan.
Segala tindakan ikhtiar ini tentu dalam rangka mengembalikan marwah agama untuk sigap merespona modernisasi dengan tetap menjaga esensi. Agama dicita-citakan untuk selalu mampu berdialog, merangkul dengan kemajuan peradaban, dan meleburkan nilai-nilai luhurnya guna menjadi motor perubahan global. Peradaban global ini diorientasikan pada gerakan nilai moral dan spiritual manusia yang dapat membangun kemanusiaan.
Inilah arti agama sesungguhnya pada spektrum yang mencerahkan. Bukan sumber masalah melainkan berfungsi sebagai maslahah atas berbagai problem global. Wallahu’alam.

Ketika membaca artikel anda, R20 sepertinya mampu melancarkan proses rekonsiliasi diantara lintas agama.
Tujuan adanya R20 memang seperti itu.
Menurut anda mampukah para alumnus ponpes memperbaiki pemahaman para antitheis maupun agnotis yang saat ini sudah berani mempropagandakan logikanya seolah-olah sudah benar,
Role model paling nyata, yaitu Gus Baha’, di yt sudah bertebaran dhawuh beliau.