AI dan Kita

Untuk itu, dalam waktu dekat duniasantri juga akan menggunakan aplikasi khusus guna memeriksa keaslian tulisan. Semua tulisan yang terdeteksi dituliskan AI akan diabaikan. Begitu saja.

Kenapa tidak “dimakfu” saja, toh ini zaman digital, era AI? Yang perlu diingat adalah ini: tujuan literasi melalui www.duniasantri.co ini adalah mendorong santri mampu atau bisa menulis untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas. Kata kuncinya adalah “mampu” atau “bisa”. Bukan sekadar mengirimkan tulisan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Artinya, sedari awal kami memang mendorong santri yang belum mampu atau belum bisa menulis menjadi bisa. Dan setahap demi setahap levelnya dinaikkan untuk mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang berkualitas.

Karena itu, jika duniasantri diminta membolehkan memuat tulisan yang dituliskan oleh AI, berarti melenceng dari tujuan awalnya. Hal itu tentu tidak akan menjadi pilihan duniasantri. Tidak apa-apa jumlah tulisan yang bisa dirilis akan menurun gara-gara ini, misalnya. Yang penting, yang dimuat benar-benar asli karya penulisnya sendiri, bukan produksi AI.

Untuk itu, buat para penulis yang mau mencoba dituliskan oleh AI lebih baik diurungkan saja. Bagi yang kadung biasa dituliskan oleh AI, kembalilah menulis sendiri. Jangan menyuruh AI menulis, dan penulisnya tinggal ongkang-ongkang kaki. AI cukup kita posisikan sebagai alat bantu. Misalnya, untuk riset data dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan