AI dan Kita

Ia kemudian mengajak saya mengecek beberapa tulisan yang dimuat di www.duniasantri.co secara acak. Pengecekan menggunakan tools milik Kompas. Hasilnya, terdeteksi ada dua naskah yang seratus persen dituliskan oleh AI. Alamak!

Mas Hilmi kemudian menjelaskan ciri-ciri atau karakter naskah-naskah yang dituliskan oleh AI. Ternyata, sama persis dengan pengenalan saya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sudah sekitar dua tahun terakhir, saya mencoba mengendus-endus naskah-naskah yang berbau AI. Tentu saja secara manual. Hasilnya? Banyak sekali naskah kiriman para santri berbau AI. Seluruh naskah yang menurut pengendusan saya berbau AI, pasti ditangguhkan. Dan itu jumlahnya sangat banyak. Tentu saja, karena deteksi masih dilakukan secara manual, satu-dua ada yang lolos, seperti tulisan yang terdeteksi oleh tools Kompas tersebut.

Bagaimana saya bisa tahu? Bayangkan, sejak 2019, sejak sebelum AI makin pintar dan marak dimanfaatkan untuk menulis, saya sudah berjibaku memeriksa dan meneliti lalu mengedit ribuan naskah yang ditulis oleh para santri. Seluruh naskah yang, saat tulisan ini dibuat, berjumlah 9.367, tak ada yang luput dari sorotan mata dan sentuhan tangan saya.

Tiap naskah pasti saya baca lebih dari sekali. Karena itu, saya begitu intim dengan tulisan santri. Karena itu, “radar” saya langsung bunyi ketika mengenali bukan tulisan santri. Namun, ya itu tadi, karena masih manual, ada saja yang masih lolos.

Tinggalkan Balasan