Tradisi Islam merupakan sebuah istilah dalam bahasa Arab untuk menujuk hadis dan sunnah. Yang pertama menunjukkan komunikasi atau dongeng dalam kasus kami terjemahan lisan atau tulisan dari perkataan atau tindakan yang disebutkan; yang terakhir berarti “penggunaan” dan “tradisi”, dalam kasus kami ini adalah contoh cara Muhammad bertindak dan berbicara. Jadi hadis itu wujudnya, sunnah soalnya. Tradisi mengenai bentuknya adalah Yahudi. Menurut konsepsi Yahudi, Hukum diwahyukan. “….” (Wensinck, 1921: 239)
Salah satu hal yang menjadi bukti bahwa hadis Nabi terkontaminasi dengan ajaran di luar Islam yaitu kisah salah seorang bernama Ka’ab al-Akhbar, seorang Yahudi yang kemudian masuk Islam. Dilkatakan, ia banyak meriwayatkan cerita, dongeng, dan legenda yang ada dalam perjanjian lama (israiliyyat) ke dalam hadis. Bahkan, Wensinck mengatakan bahwa hadis terpengaruh ajaran Helenisme, yaitu aliran filsafat Romawi.

Jadi Wensinck menganggap bahwa matan hadis Nabi banyak tercampur dengan berbagai ajaran dan tradisi di luar Islam. Kesimpulan Wensinck yang demikian karena terbentuk dari latar belakang ilmu sejarah dan bahasa Semit yang dikuasainya.
Dengan kemampuannya yang mendalam pada sejarah agama-agama Timur Tengah, ia mengkomparasikan fakta-fakta sejarah dan tradis berbagai agama, utamanya Kristen dan Yahudi. Wensinck melakukan kritik terhadap matan hadis dengan fakta-fakta sejarah, tradisi, dan ajaran agama-agama sebelum Islam. Cara untuk mengetahui otentik atau tidaknya sebuah hadis bergantung sejauh mana orisinalitas dan genuinitas sebauh matan hadis.
Kontribusi Pengembangan Ilmu Hadis
Meskipun Wensinck anti-Islam dan skeptis terhadap hadis Nabi, namun kontribusinya dalam pengembangan ilmu hadis sangat besar. Dalam ilmu hadis dikenal istilah takhrij al-hadis, yaitu metode pencarian hadis dengan mudah. Bisa dibayangkan betapa susahnya mencari sebuah hadis yang terhimpun dalam kitab-kitab hadis yang berjilid-jilid itu.
Ada lima macam metode pencarian hadis dan dua metode telah dikenalkan oleh Wensinck, yaitu mencari kata-kata dan tema dalam sebuah hadis. Wensinck pun mewariskan dua kitab yang bermanfaat untuk umat Islam, khususnya dalam pencarian hadis dengan mudah.
Dua kitab tersebut dikenal dengan nama “al-Mu’jam Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawi dan Miftah Kunuz al-Sunnah”. Kedua kitab ini tidak asli berbahasa Arab. Namun, berkat jasa Muhammad Fuad Abdul Baqi ,keduanya diterjemahkan dalam bahasa Arab.
