AJ Wensinck dan Pengembangan Ilmu Hadis

Kitab Miftah Kunuz as Sunnah ini judul aslinya A Handbook of Early Muhammadan Tradition: Alphabetically Arranged. Kitab ini berisi indeks pencarian perawi hadis, kutipan matan hadis tanpa perlu membuka lembaran kitab hadis yang tebal-tebal itu. Dengan mencari kata kunci pada matan hadis, maka akan mudah ditemukan hadis yang dicari serta ditunjukkan hadis tersebut ada di kitab apa dan nomor berapa.

Selain kitab tersebut, Wensinck juga menulis kitab yang kedua, yaitu al Mu’jam al Mufahraz li Alfaz al Hadis al Nabawi. Kitab ini berisi kamus hadis yang merujuk kitab hadis primer yang disebut kutubus as-sittah atau enam kitab hadis popular, yaitu Sahih Bhukari, Sahih Muslim, Sunan at Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan an-Nasa’i. Selain itu juga berisi beberapa kitab hadis sekunder, seperti Musnad Imam Ahmad dan Muwattha’ Imam Malik. Adanya kitab Mu’jam ini memudahkan para pengkaji hadis dalam pencarian hadis sesuai keinginannya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Alasan Wensinck menulis dua karya tersebut untuk merespons para sarjana Barat yang kesulitan ketika melakukan takhrij hadis. Sebab, sebelum ada Mu’jam, pencarian hadis hanya bisa dilakukan secara manual, dan hal ini dianggap sangat melelahkan dan menguji kesabaran para pengkaji.

Saat ini warisan Wensinck telah dijadikan aplikasi digital sehingga lebih memudahkan lagi dalam mentakhrij hadis. Tinggal memasukan kata kunci pada mesin pencarian, maka akan muncul apa yang kita cari. Di era digital ini kita dimudahkan oleh teknologi, sangat disayangakan jika tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan.

Referensi:

Syarifuddin, M. Anwar. 2011. Kajian Orientalis Terhadap Al-qur’an dan Hadis. Jakarta: PT. Bulan Bintang.

Wensinck, A.J.1921. The Importance of Tradition for Study of Islam. The Moslem World.

Tinggalkan Balasan