Di dalam Al-Quran, Allah swt menjelaskan bahwa seorang anak tidak boleh berkata kasar kepada kedua orang tua. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23).
Kewajiban seorang anak terhadap kedua orang tua adalah berbakti dan mengabdi. Hal ini disebabkan karena orang tua, terutama ibu, telah berupaya-payah dalam merawat, mendidik, dan mengandungnya. Lebih dari itu, kasih dan sayang orang tua tidak pernah berkurang dari sejak awal dan tanpa ada akhir. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku (tempat) kembalimu.” (QS. Lukman: 14).

Selain dalil dari Al-Quran, di dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim). Tidak masuk surga karena mereka tidak berbakti atau bahkan menelantarkan kedua orang tuanya. Maka kerugian yang besar bagi mereka yang menyia-nyiakan kedua orang tuanya, selagi mereka masih hidup.
Sementara dalam hadis lainnya, dari Abdullah bin Mas’ud, “Aku bertanya pada Rasulullah saw, ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?’ Beliau menjawab, ‘Salat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orangtua.’ Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah’.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari berbagai dalil, baik Al-Quran maupun Hadis ditegaskan bahwa seorang anak harus berbakti kepada kedua orang tua. Oleh karena itu cukup disayangkan jika kemudian ada seseorang yang menelantarkan orang tuanya hanya karena kesibukan urusan dunia. Tentu saja tulisan ini bukan sebagai justifikasi terhadap kasus ibu Trimah yang diserahkan ketiga anaknya kepada panti jompo. Akan tetapi perlu diklarifikasi alasan mengapa mereka berbuat sebegitu tega terhadap ibu mereka sendiri. Jika alasan itu dapat dibenarkan(?), maka tidak perlu ada penilaian negatif. Tetapi jika tidak, maka perlu pemahaman yang lebih mendalam bagaimana konsep Islam berbuat kebajikan terhadap orang tua.
