Al-Quran dan Gerakan Pembebasan

Ekonomi Islam, menurut Bayu Tri Cahya, bisa dijadikan tools dalam menyelamatkan umat Islam dari kemiskinan. Ekonomi Islam bukan hanya sebatas alternatif, melainkan solusi dari sistem kapitalisme atau sistem ekonomi mana pun yang selama ini diagung-agungkan oleh Barat (2015).

Kemiskinan Spiritual

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Waktu Al-Quran turun, orang Arab berpecah belah dan membudayakan moral yang buruk. Anak-anak perempuan dibunuh, perang merajalaela, penindasan atas manusia lain menjadi lazim, sementara para elite politik terus saja kikir dan mementingkan kehormatan diri sendiri.

Tidak ada kompas moral yang menunjukkan yang mana hak dan yang mana batil, dan apa sebenarnya hakikat dan tujuan hidup mereka. Al-Quran kemudian turun mengenalkan konsep tauhid, syariat, dan akhlak untuk membimbing seluruh manusia menuju cahaya.

Al-Quran turun untuk mengentas kemiskinan spiritual manusia yang tercermin dalam kebobrokan akidah dan akhlak mereka. Salah satu surat dalam Al-Quran yang menunjukkan hal itu adalah surah Al-Ma’un.

Di dalam kandungan suratnya, orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin disebut sebagai pendusta agama di hari kiamat.

Menurut al-Biqa’i, tujuan utama surat Al-Maun adalah peringatan bahwa pengingkaran terhadap hari Kebangkitan merupakan sumber dari segala kejahatan, karena dia mendorong yang bersangkutan untuk melakukan aneka akhlak yang buruk serta melecehkan aneka kebajikan (Tafsir Al Misbah Juz 15).

***
Al-Quran turun dengan membawa ajaran-ajaran yang mendorong pengentasan kemiskinan material dan spiritual. Tinggal bagaimana kita, segenap kaum muslimin, menginternlisasikan ajaran-ajaran itu dalam pengelolaan segenap aspek kehidupan secara kreatif dan inovatif. Untuk menjalankan syariat Allah, meneladan Nabi Muhammad, dan membantu orang-orang lemah di sekitar kita dalam meraih kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

Wallahu a’lam bish showab.

Tinggalkan Balasan