“Alala” dan Bahaya Lisan

Belum lama ini, seorang pendakwah sohor menjadi sorotan publik lantaran ucapannya dinilai menista orang lain. Sebenarnya, banyak orang mengalami hal serupa: celaka karena tak bisa menjaga lisan, seperti berlakunya ungkapan lama “mulutmu, harimaumu!”

Saking bahayanya lisan jika tak dijaga dengan baik, banyak syair atau nazam ditulis untuk menjadi pengingat. Salah satunya adalah nazam-nazam dalam kitab Alala Tanalul ‘Ilma yang dikutip dari Ta’lim karya Syekh az-Zarnuji.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Didasari bahwa lisan merupakan karunia Allah supaya memudahkan manusia menjalin komunikasi dengan sesamanya secara baik. Meski lidah diciptakan tidak bertulang, tapi ia memiliki ketajaman yang melebihi pedang. Bilamana seseorang tidak berhati-hati menggerakkan lisan, maka akan menimbulkan bahaya yang cukup fatal.

Hal tersebut seperti digambarkan dalam lantunan nadam Alala berikut.

يَمُوْتُ الفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِنْ لِّسَـــــانِهِ ۞ وَلَيسَ يَمُوتُ الْمَرْءِ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ

Matine wong anom sebab kepleset lisane # Ora kok matine sebab kepleset sikile

(seorang pemuda akan mati karena terpleset lisannya. Tidaklah akan mati seseorang karena terpleset kakinya).

Tinggalkan Balasan