Menjaga Marwah di Ruang Tanpa Batas
Algoritma pada akhirnya hanyalah alat sebuah kode baris yang netral. Ia tidak memiliki akal budi, tidak mengenal adab, dan tidak peduli pada sanad. Siapa pun yang memahami cara kerjanya, dialah yang akan menguasai panggung.
Tantangan terbesar dunia santri hari ini adalah bagaimana membuktikan bahwa kedalaman ilmu warisan para ulama salaf tidak gagap menghadapi zaman. Mimbar fisik boleh saja terus bergema di surau-surau desa, tetapi pertarungan pemikiran umat hari ini sedang berlangsung di dalam ponsel di tangan mereka.

Jika santri tidak turun tangan merebut mimbar digital ini dengan keluhuran ilmu dan akhlak, maka ruang-ruang batin umat akan diisi oleh gema algoritma yang hampa makna. Dan sejarah tentu tidak akan tinggal diam mencatat siapa yang lalai menjaga panji-panji pencerahan di era gelombang digital.
