“Tidak lupa juga kepada panitia kegiatan Seminar Nasional yang telah bersusah payah mempersiapkan segala sesuatunya,” demikian Aziz mengatakan dalam sambutannya.
Masih menurut Ketua Umum IAA, bahwa kegiatan Seminar Sehari ini juga sebagai pengukuhan dua divisi baru di IAA, yaitu Divisi Keilmuan Riset dan Kajian Sosial dan Divisi Media dan Informatika. Diharapkan dari devisi ini akan lahir gerakan dan gebrakan kebaruan demi perkembangan pesantren yang dinamis-progresif.

Keynote Speaker, dari Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, SH. MH, mengatakan, “Keterkaitan santri dengan politik dan kekuasaan sudah ada sejak awal kemerdekaan.”
Seminar ini diharapkan dapat memperkuat silaturrahmi antara pemerintah dan pesantren dalam rangka mewarnai dinamika politik dan kekuasaan yang sebaik-baiknya. Memiliki peran yang sangat strategis hubungan antara santri dalam dinamika politik dan kekuasaan.
Masih menurut Ahmad Fauzi, “Acara ini sebagai bagian dari semangat santri untuk memberikan yang terbaik melalui politik dan kekuasaan.”
Acara selanjutnya adalah Seminar Nasional yang dalam hal ini dipandu oleh Ustaz Husaini Adhim yang juga sebagai Ketua Divisi Keilmuan, Riset, dan Kajian Sosial. Dalam awal pemaparan praseminar, Husaini Adhim menjelaskan bahwa santri adalah peletak sejarah kemerdekaan. Ada tahapan-tahapan historika yang tidak lepas dari kesantrian melalui resolusi jihad yang diprakarsai oleh Hadratus Syaikh, KH Hasyim Asy’ari.
