Kisah ini menunjukkan bahwa melaksanakan perintah ibu untuk bercerai bukan suatu kesalihan. Sebagaimana dikatakan oleh Hasan Bashri, “Bercerai karena perintah ibu bukan termasuk birrul walidain; berbuat baik terhadap dua orang tua.”
Ngaji dan mengkaji kitab adalah sebuah kebaikan yang berharap bernilai ibadah. Sebagaimana kajian kitab kali ini, diharapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemahaman agama untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Apalagi terkait rumah tangga, begitu aplikatif dan dapat dijadikan sandaran dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah Hadis, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR Muslim).

Kiai M Faizi di akhir kajian kitab hari ini menjelaskan bahwa orang-orang yang terlibat di dalam kitab yang ditulis oleh Yusuf Abjik As-Susy ini adalah orang-orang yang ta’ gâogâ. Yaitu orang-orang yang memiliki keutamaan pengetahuan terkait dengan keagamaan, khususnya agama Islam. Sebagaimana dalam judul kitab, bahwa yang berbicara dan dibicarakan dalam kitab ini adalah para Nabi, Ulama, Auliya, dan Ahli Hikmah. Wallahu A’lam!

Sudah baca. Mantap
Terima kasih Saudara-Q, Saiful Bahri, yang aktif, kreatif, dan energik. Salam kerrong dari Kolor Sumenep!
Alhamdulillah