ANOMALI KUNANG-KUNANG

MALAM YANG GANJIL

Malam yang Ganjil
bulan mengerdip dari jemari dedaunan
____sunyi menelan malam dengan rakus.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

tak kutemukan lelaki pencari siput di sela-sela pohon.

biasanya ia datang, dan menyapa dengan lampu duapuluh watt-nya.

kulihat, bulan masih enggan dari kantuknya.
dua ratus langkah lagi kujejalkan.

tak ada semut-semut hitam yang biasa berjejeran saling sundul menyeberang jalan.

barangkali,
bulan-bulan ini: kemarau lebih panjang dari biasanya.

membuat orang-orang, hewan-hewan, juga rerumputan enggan bersuara.

2026.

TAHUN-TAHUN ANOMALI

kehidupanku menjelma tahun-tahun anomali

meranggas letih-letih rindu dari orang-orang yang berlalu

barangkali maut memang curang.
lewat pagi ia mengetuk pintu rumahku
kukira fanaku yang diambil lebih dulu.

tapi,
kenapa justru istriku mendahuluiku?
barangkali maut memang curang.

memungut hal-hal berharga dariku, tanpa memberikanku persiapan.

begitulah kematian,
ia selalu mengamati kita dari belakang.

2026.

KUNANG-KUNANG

mengapa kita masih duduk di sini

bukankah gelap sudah datang, dan kunang-kunang mulai kejar-kejaran.

sementara kita masih duduk di sini.
saling tatap, tanpa sempat bertanya.

mengapa kunang-kunang datang?
mengapa kita masih duduk di sini.

seperti ada yang tertahan, seperti ada yang menyekap suara-suara kita.

Ah,
kita baru sadar.
jika toa baru saja mengumumkan kematian seseorang, yang bukan kita.

itulah kenapa kunang-kunang itu datang.
___yang, ketika kecil dulu. aku percaya.
:kuku orang mati menjelma kunang-kunang di malam hari.

2026.

BISING KOTA

di kota,
hari-hari menjadi gagal

ada perasaan anemoia
menggelitik diri di keramaian

denging rel kereta api, desau bus antarkota, dering ribuan handphone di genggaman, sepanjang Jakarta-Surabaya.

tak ada lagi,
kakek tua yang menunggu waktu dengan membaca.

tak ada lagi,
penjual jamu gendong menjajakan kesehatan dengan lengking suaranya.

tak ada lagi,
anak kecil yang menunggu temannya pulang bersama.

tak ada lagi,
bunyi derit ayunan di alun-alun kota.

yang tersisa hanyalah bising kota yang sebenarnya hampa.
tak ada yang benar-benar: merindukannya.

2026.

Sumber ilustrasi: ig.

Tinggalkan Balasan