Dan sebagai puncaknya, 20 finalis tersebut diundi untuk menerima pertanyaan dari dewan juri dalam acara Anugerah Duta Mahasiswi STIS Nurul Qarnain. Yang ditunjuk sebagai dewan juri dalam acara penobatan itu adalah Firmansyah, Zaenol Hasan, Nur Hasanah Mahnan, Alfina Wildatul Fitriyah, Sofiatun Hasanah dan Qoidul Khoir.
“Pertanyaan yang diajukan adalah tentang kepesantrenan, kepemimpinan, wanita karir, wanita muslimah, kenegaraan, ideologi, keagamaan, hukum keluarga Islam, hukum ekonomi syariah dan ekonomi masyarakat. Pertanyaan tentang peran wanita yang paling dominan,” jelas Syaridatul Umah selaku finalis.

Di samping itu, dewan juri juga menilai publik speaking para finalis, tatanan busana, adab, serta kelancaran dalam menjawab pertanyaan.
“Kesan saya sebagai the winner, tentu sangat bahagia sekaligus bersyukur. Tapi selain itu, saya juga harus terus memperbaiki diri, karena the winner akan menjadi teladan bagi mahasiswi lain, dan itu tidak mudah bagi saya. Jadi, saya harus sering mengevaluasi diri sekaligus terus menambah wawasan. Sebab, ini menjadi salah satu tanggung jawab tambahan bagi saya di STIS, selain menjadi Ketua Dewan Mahasiswa,” tambah Syaridatul Umah saat ditemui seusai acara.
