“Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka,” [Hadis Riwayat Bukhari 4/173 dan Muslim 1093].
Jadi, perlu diingat bahwa takjil merupakan penyegeraan untuk membatalkan puasa dengan sesuatu. Bukan makanan seperti kolak, kurma, dan biji salak.

Tulisan ini disusun sekadar untuk pengetahuan saja. Bagi penulis pribadi, pergeseran makna takjil tidak memberikan pengaruh yang berarti. Yang menjadi esensial adalah bagaimana mengikuti Sunnah Rasul untuk berbuka dengan makanan ringan yang manis.
Semoga ibadah puasa di tahun ini bisa terlaksana dengan lancar.
