As’adiyah, Pesantren di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Saat ini, pesantren yang berdiri di lahan seluas 89×200 meter ini memiliki 1.221 santri. Sekitar 317 santri di antaranya merupakan santri mukim atau tinggal di asrama. Untuk mendukung pengembangan pendidikan di daerah perbatasan inilah, pemerintah akhirnya membangun rumah susun (rusun) untuk santri Pesantren As’adiyah Sebantik yang pencanangannya diresmikan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.

Rencananya, pelaksanaan pembangunan rusun pesantren ini akan dimulai pada Oktober 2023 dan rampung pada Mei 2024 dengan biaya konstruksi senilai Rp 9,6 miliar. Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Sebatik, K M Jefri Sakka, berharap pembangunan rusun mampu mengurangi kekurangan fasilitas Pondok Pesantren As’adiyah Sebatik.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Agar santri-santri kami saat ini yang masih terpisah di rumah kontrakan warga sudah memiliki asrama yang layak di lokasi pondok, sehingga kegiatan pembinaan santri bisa lebih maksimal,” kata K M Jefri Sakka.

Tinggalkan Balasan