Puisi yang mempunyai makna khusus (mistis) tidak dibuat dengan cara sederhana. Tetapi, puisi itu tercipta dengan perenungan yang mendalam dalam meditasi jiwa untuk semakin dekat kepada pencipta.
Mistis jangan dimaknai sebagai bentuk “kegilaan” yang tidak bermakna. Tetapi kata ini sebagai metafor dalam pembuatan puisi yang harus disertai dengan keikhlasan, kejujuran, dan intuisi kesabaran. Dengan kata lain, puisi yang dibuat dengan penuh kesungguhan akan menghasilkan puisi yang akan kekal sepanjang zaman.

Spirit Puisi
Robert McDowell (2008: 2-3) melihat puisi dalam kehidupan di sekitar kita. Dan kita dapat memasukkan puisi ke dalam kehidupan sehari-hari dan praktik spiritualitas. Dalam makna ini puisi mempunyai spirit yang kuat untuk memunculkan media-kausalita agar terjadi koordinasi kerohanian yang mencerahkan. Sekecil apa pun nilai spiritualitas yang terkandung di dalam sebuah puisi, akan memberikan nilai-semangat interaksi vertikal maupun horizontal.
Begitu juga apa yang diungkapkan oleh Gleen Hughes (2011: 2) bahwa saat ini cukup beralasan disebut sebagai periode ketegangan spiritual. Karena dunia telah dipengaruhi paham sekuler dan materi. Puisi dapat dipandang sebagai wahana praktik spiritual dan puisi merupakan bahasa agama. Sebagai wahana spiritual berarti puisi memiliki jiwa kedigdayaan yang kalau dimanfaatkan secara maksimal akan melahirkan nilai rohani.
