Aspek Spiritualitas Puisi

Sebagai bahasa agama, puisi mempunyai ruh dogmatis keagamaan yang akan melahirkan spirit of religion. Ruh puisi dapat menyelami seluruh unsur agama tanpa memilah model agama yang ada. Di dalamnya terdapat makna dogmatif serta nilai-nilai universal secara konprehensif.

Fox (1997 : 1989) mengatakan bahwa puisi merupakan penyembuhan alamiah. Puisi bukan hanya sebagai seni semata, tetapi puisi juga sebagai media yang dapat memberikan manfaat sangat nyata. Apalagi, puisi spiritual yang memang secara khusus menjadikan jiwa yang jatuh untuk bangkit kembali. Dalam makna ini puisi dipandang sebagai alat untuk memberikan terapi medis kepada para pembacanya. Tentu saja ada teknis khusus agar media terpi ini memberikan daya guna yang berkhasiat purna. Meditasi puisi akan memberikan dampak yang baik serta efektif sebagai media terapi yang spiriditas.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagai media spiritualitas, puisi sebagaimana yang disampaikan oleh Geri Giebel Chavis (2011: 11-12), bahwa kata-kata memiliki kekuatan dan menjadi suatu hal (media-medis) bagi orang. Ketika kata-kata mampu memberi imajeri, mereka menyatu dalam visi di atas imajinasi dan berdampak positif kepada pembaca.

Kata-kata adalah doa. Sementara doa adalah interaksi faktual antara hamba dan Tuhannya. Maka akan mengalir nilai-nilai spiritual, terus menerus di dalam batang puisi yang syarat imaji teologis. Rabi’ah al-Adawiyah dalam sebuah larik puisinya, dalam buku “Mahabbah Cinta: Rabiah al-Adawiyah,” mengungkapkan, “Tuhanku, tenggelamkan aku dalan lautan cinta-Mu!” Wallahu A’lam!

Tinggalkan Balasan