Asy’ariyah: Antara Rasionalitas dan Toleransi

Kedua, prinsip keadilan ilmiah dan toleransi terhadap sesama Ahlul Qiblah. Salah satu prinsip utama dalam mazhab Asy’ariyah adalah menjunjung tinggi keadilan dalam menilai perbedaan dan menghindari pengkafiran terhadap sesama Muslim. Sikap ini melahirkan toleransi yang menjadi ciri khas Ahlussunnah wal Jamaah.

Ibnu ‘Asākir dalam kitabnya Tabyīn Kadzb al-Muftarī meriwayatkan bahwa Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari, di akhir hayatnya, berkata kepada salah satu muridnya:
“Aku bersaksi atas diriku sendiri bahwa aku tidak mengkafirkan seorang pun dari kalangan Ahlul Qiblah, karena pada hakikatnya mereka semua mengarah kepada Tuhan yang satu. Sesungguhnya perbedaan itu hanya terletak pada cara pengungkapan dan penjelasan semata.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dengan demikian, pengkafiran terhadap individu atau kelompok yang berbeda pandangan tidak hanya memicu permusuhan, tetapi juga dapat mengarah pada penghalalan darah sesama Muslim. Betapa menyedihkannya jika umat Islam saling berperang hanya karena perbedaan dalam pendekatan teologis.

Ketika berbagai penafsiran keagamaan semakin beragam dan saling bersimpang jalan, mazhab Asy’ariyah hadir sebagai kompas ilmiah yang menjaga arah pemahaman agar tetap berada di atas manhaj Ahlussunnah wal Jamaah. Berpegang padanya bukanlah wujud fanatisme buta, melainkan bentuk tanggung jawab ilmiah dan komitmen terhadap warisan para ulama yang telah menjaga agama ini dengan ilmu, hikmah, dan pengorbanan—semuanya berpijak pada ajaran Rasulullah saw.

Tinggalkan Balasan