Atas Nama Kebencian

Tapi, hal ini akan menjadi bencana bila masuk dalam kehidupan warganet Indonesia. Terbukti unggahan Suriya Koedsang mendapat kado istimewa “homophobia” dari netizen Indonesia. Bermacam-macam komentar miring dan penuh hujatan, dari kalimat “penyebab kehancuran dunia”, sampai pada ancaman kematian. Ironis bukan?

Meski, salah satu dari pengantin ini sudah melaporkan secara hukum, tetapi pada nyatanya warganet Indonesia belum dewasa dalam bermedia sosial. Terlalu masuk dalam kehidupan warga negara lain yang berbeda agama, suku, ras, dan budaya, bahkan hukum barangkali. Mungkin saja, mereka bisa berdalih atas nama kekebasan berpendapat di ruang publik, ditambah keterbukaan media sosial menjadi wadah yang justru merugikan terhadap negara Indonesia sendiri di mata negara lain.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Islam mengajarkan kepada kita untuk saling menyayangi satu sama lain, menghormati siapa pun tanpa memandang identitas. Kerja-kerja semacam ini merupakan potret dari Islam sebagai agama yang rahmatal lil ‘alamin. Begitu pun dengan agama lain, tidak ada kebenaran bagi kebencian dan hal-hal yang merugikan pihak lain.

Tinggalkan Balasan