Artinya, hanya naskah-naskah yang benar-benar dalam kondisi “ready to release” yang akan dirilis. Tapi bagi penulis pemula atau yang baru kali pertama submit naskah akan dikecualikan. Mereka akan tetap memperoleh sentuhan editing seperti biasanya, bahkan mungkin diberi asistensi hingga naskahnya benar-benar layak rilis.
Tentu, pengurangan fungsi editing ini akan membawa konsekuensi tersendiri. Mungkin akan terjadi pelandaian perilisan naskah dari sisi volume. Sebab, naskah-naskah yang setelah dikurasi masuk kategori belum dalam kondisi “ready to release”, akan “dibiarkan” sampai dilakukan perbaikan sendiri oleh penulisnya.

Apa yang dimaksud dengan naskah belum “ready to release” adalah naskah-naskah yang harus memperoleh sentuhan editing karena berbagai tingkatan kesalahan dan/atau kelemahan dalam penulisan.
Misalnya, dari yang paling elementer, adalah kesalahan penulisan ejaan (bukan sekadar typo) yang berulang dan banyak dalam satu naskah. Juga penyusunan frasa atau kalimat yang tak sangkil mangkus. Jika itu terjadi pada penulis yang baru pertama kali submit naskah, dapat dimengerti. Tapi jika terjadi pada penulis yang naskahnya sudah berulang kali dirilis setelah melalui proses editing, berarti ada sesuatu yang salah. Tidak ada proses pembelajaran di sana.
Misal yang lain adalah perkara miskin informasi dan/atau data dalam tulisan. Bahkan informasi dan data paling elementer pun seringkali diabaikan oleh penulisnya. Contohnya, banyak naskah resensi buku yang tak menyertakan informasi detail bukunya, seperti nama penerbit, tahun terbit, ketebalan, ISBN, dan seterusnya. Itu artinya, si penulis resensi tak pernah membaca atau tak peduli dengan resensi-resensi buku yang sudah pernah dimuat di web duniasantri. Artinya juga tak ada proses pembelajaran di sana.
Contoh lain, banyak naskah tentang profil pondok pesantren atau profil tokoh (sosok) tapi hanya berisi pandangan/penilaian penulisnya, tanpa dilengkapi dan didukung dengan data atau informasi tentang hal ihwal subjeknya.
Selama ini, jika ada kekurangan data seperti itu, maka tim redaksi duniasantri akan melakukan riset sederhana (browsing) untuk mencari sendiri data dan informasi yang diperlukan. Setelah ini, hal itu tidak lagi dilakukan, dan naskah-naskah seperti itu akan dikategorikan belum “ready to release” sampai penulisnya menyempurnakannya sendiri.
