HUJAN DI POSKO II
Sudah berjam-jam
Sejak hujan tengkurap
Di atas genting, menimang ranting
Dan membising tanah yang runcing

Barangkali hujan akan semalaman di puncak
Biar kantuk yang karat segera lunglai
Ke jantung petang yang makin tua
Aku masih tabah di balik tabir
Yang kelimpungan menangkis takdir
Air tempias ke mataku
Menyiram rindu yang makin dingin
Ingin segera dipulangkan
Padahal mimpi baru saja dirayakan
Tidurlah sebentar segala cemas
Sebab nasib mesti diwakili sampai pagi
Matamu temaram seketika itu
Dalam gerak yang disamarkan rintik rindu.
21 April 2022.
SEBAGAI PEREMPUAN PALING LUKA
Sebagai perempuan paling luka
Ia datang ke tempat temannya
Yang sedang mengatur lentera di langit senja
Ia mengetuk pintu yang cahaya
Niatnya ingin membasuh lara
Dengan mantra temannya yang kerap mujarab
