BABAK BARU PEREMPUAN PALING LUKA

HUJAN DI POSKO II

Sudah berjam-jam
Sejak hujan tengkurap
Di atas genting, menimang ranting
Dan membising tanah yang runcing

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Barangkali hujan akan semalaman di puncak
Biar kantuk yang karat segera lunglai
Ke jantung petang yang makin tua

Aku masih tabah di balik tabir
Yang kelimpungan menangkis takdir
Air tempias ke mataku
Menyiram rindu yang makin dingin

Ingin segera dipulangkan
Padahal mimpi baru saja dirayakan
Tidurlah sebentar segala cemas
Sebab nasib mesti diwakili sampai pagi

Matamu temaram seketika itu
Dalam gerak yang disamarkan rintik rindu.

21 April 2022.

SEBAGAI PEREMPUAN PALING LUKA

Sebagai perempuan paling luka
Ia datang ke tempat temannya
Yang sedang mengatur lentera di langit senja

Ia mengetuk pintu yang cahaya
Niatnya ingin membasuh lara
Dengan mantra temannya yang kerap mujarab

Tinggalkan Balasan