Artinya: “Ketahuilah bahwa seorang yang ingin menempuh jalan menuju Allah SWT, datangnya perasaan itu dari Allah SWT yang ditanamkan di hati seorang hamba, sehingga hati orang itu tergerak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menuju kebahagiaan di kampung akhirat.”
Kapan Hidayah Datang?

Tentu akan muncul pertanyaan mengenai waktu diturunkannya hidayah secara kaffah kepada seorang hamba. Apakah Allah SWT ingin menguji komitmen kita untuk senantiasa mengharapkan hidayah dari-Nya, adalah sebuah pertanyaan besar. Akan tetapi, bila merujuk pernyataan-pernyataan di atas, memiliki tekad awal untuk dekat dengan Allah SWT saja, sebenarnya Allah SWT pun juga sudah menanamkan benih hidayah tersebut.
Nabi SAW dalam al Mu’jam al Kabir li at Thabarani (No. 519) pernah bersabda bahwa,
إِنَّ لِرَبِّكُمْ فِي أَيَّامِ دَهْرِكُمْ نَفَحَاتٌ فَتَعَرَّضُوا لَهُ، لَعَلَّهُ أَنْ يُصِيبَكُمْ نَفْحَةٌ مِنْهَا فَلَا تَشْقَوْنَ بَعْدَهَا أَبَدًا
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan memiliki curahan rahmat dalam setiap waktunya bagi kalian. Karena itu, nantikanlah selalu kedatangannya bagi kalian. Mudah-mudahan sesuatu yang kalian adalah karunia dari-Nya. Maka jangan selalu bersusah (hati) setelahnya.” (HR Thabarani)
