Bagaimana Orang Bali Memenangi Perang Identitas

Melalui penelitiannya ini, Picard menemukan arsitektur pembentukan identitas Bali kini, yang terdiri atas tiga entitas, yaitu agama, tradisi, dan budaya. Dianalogikan sebagai sebuah pohon, agama adalah akarnya, tradisi/adat sebagai batang pohonnya, dan budaya adalah buahnya. Dari situlah muncul identitas orang Bali, yang disebut kebalian. Dengan arsitektur tersebut, sepanjang agama, tradisi/adat, dan budaya tetap utuh sebagai satu kesatuan, maka kebalian sebagai identitas orang Bali akan lestari.

Hanya, yang menarik, dari penelitian Picard terungkap bahwa proses penyatuan relasi antara agama, tradisi, dan budaya orang Bali ternyata bukan perkara mudah, terutama dalam hal apa yang kemudian disebut sebagai agama (Hindu). Sebab, pada mulanya agama orang Bali adalah ortopraksi, bukan ortodoksi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ia adalah agama lelaku (dharma) yang bersumber dari leluhur. Dan bisa dibilang tidak memiliki nama umum sebagai sebuah agama. Sampai dengan masa awal abad ke-20, bahkan setelah Indonesia merdeka, penamaan terhadap agama orang Bali ini masih menjadi perdebatan dan pertarungan sengit di antara orang Bali sendiri —tentu melibatkan juga kepentingan orang-orang non-Bali.

Kemudian, dalam buku ini, Picard menyebut ada dua sumber relasi sebagai “pembentuk” agama orang Bali. Yang pertama adalah Indo-Jawa, yang dinisbatkan pada Majapahit. Bali mulai bersentuhan dengan agama Indo-Hindu ketika Majapahit menaklukkan kerajaan-kerajaan di Bali. Kemudian, pada abad ke-16, ketika Majapahit runtuh dan terdesak oleh Kerajaan Islam Demak, sisa-sisa pembesar Majapahit yang menolak Islam melarikan diri ke Bali dan akhirnya memperkuat praktik keagamaannya di pulai ini.

Yang kedua adalah Hindu India. Sebenarnya, menurut Picard dalam buku ini, pada awalnya agama orang India juga tidak bernama. Juga lebih merupakan agama ortopraksi ketimbang ortodoksi. Kata “Hindu”, dan “hinduisme”, menurut Picard, merupakan varian dari Bahasa Sanskerta Shindu. Sindhu mengacu pada populasi yang hidup di seberang Sungai Indus, dan mereka disebut Hindu.

Tinggalkan Balasan