Gramatical bahasa dan logika atau manhtiq mempunyai dampak yang begitu signifikan terhadap kualitas manusia. Sebab dalam ilmu linguistik, gramatical bahasa dan manthi (logika) meskipun berbeda cakupan, namun masih mempunyai satu kesatuan yang membantu dalam perkembangan bahasa seseorang.
Dr Komaruddin Hidayat dalam bukunya Memahami Bahasa Agama (Sebuah Kajian Hermeneutika), mengatakan bahwa kualitas manusia ditentukan dengan kualitas bahasa (tepat, benar, dan sistematis) yang dimilikinya. Secara eksplisit dapat dipahami bahwa jika kita ingin menjadi manusia yang berkualitas, maka cara berbahasa kita harus tepat, benar, dan sistematis. Artinya, peran bahasa dalam eksistensinya sangat urgen terhadap perkembangan kepribadian manusia.

Bahasa dalam pengaplikasiannya dapat baik atau buruk tergantung dari kondisi emosionalitas yang dialami oleh seseorang. Sebagaimana dijelaskan Dr Komaruddin Hidayat, baik atau buruknya bahasa seseorang ditentukan oleh kondisi emosionalitas atau kepribadian atau perasaan seseorang. Ketika emosionalitas seseorang sedang baik, maka baik pula bahasanya. Begitu juga jikalau emosionalitas seseorang sedang buruk atau terjadi yang tidak mengenakkan jiwanya, maka akan buruk juga bahasanya. Antara bahasa dan emosionalitas memiliki keterkaitan dalam menentukan baik atau buruknya bahasa seseorang.
Melakukan kegiatan berbahasa ternyata tidak semudah yang kita asumsikan seperti mengeluarkan bahasa atau kalimat kepada seseorang secara spontanitas atau ceplas-ceplos adanya. Karena implikasinya adalah bahasa yang kita keluarkan tidak dimengerti dan proses komunikasi yang kita lakukan menjadi sulit terjadi dan amburadul.
