Bahasa Menunjukkan Siapa Kita

Hal yang diperlukan dalam kegiatan berbahasa supaya bahasa yang kita hasilkan baik dan benar dan dapat menjadikan diri kita berkualitas adalah emosionalitas, memiliki gambaran akan kata tersebut, dan pemahaman kita tentag arti atau definisi kata tersebut. Ketiga hal tersbut yang harus dipahami dan dimengerti oleh setiap manusia supaya peradaban yang berkualitas dapat kembali terbangun.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Wittgesnten bahwa “Die Grenzer meiner die grenzen meiner Welt. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, artinya “Batas bahasaku merupakan ambang batas duniaku.” Sehingga hal ini sangat terang sekali posisi pentingnya bahasa dalam kehidupan manusia dalam membangun peradaban. Sebab dari itu pula manusia merupakan makhluk istimewa dari makhluk lain dengan keistimewaan akal yang dimilikinya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal lain juga disampaikan oleh Filsuf Ernst Cassiser tentang teori manusia sebagai animal symbolic, bahwa keunikan manusia sebenarnya bukan pada kemampuan berpikirnya, akan tetapi dengan kemampuan berpikirnya yang rasional itu sehingga manusia mampu menggunakan simbol sebagai wujud nyata kemampuan manusia dalam berbahasa.

Secara umum bagi saya pribadi, kata-kata atau berbahasa merupakan suatu hal mudah dilakukan namun sulit untuk memahaminya. Tapi tidak ada yang sulit di dunia ini ketika kita sudah berusaha dan belajar dan mencoba mencari tahu tentangnya. Nothing is imposibble. Jangan takut salah dalam mencoba membuktikan dan takutlah salah jika Anda telah membodohi kebenaran.

Tinggalkan Balasan