Bahtsul Masail dan Logika Dikotomisnya

Lebih dari itu, dalam forum diskusi kebanggaan kaum sarungan ini, tidak semua kitab fikih disebut otoritatif. Kitab fikih yang benar-benar dinilai otoritatif dan diperhitungkan adalah kitab-kitab fikih klasik yang biasanya mengarah pada kitab-kitab yang dikarang pada abad ke-12 Hijriyah dan sebelumnya. Oleh karenanya, jangan pernah membawa kitab-kitab kontemporer ke forum bahtsul masail. Sebagus dan seindah apapun argumen yang kita bangun, jika sumber rujukannya berupa kitab fikih kontemporer, maka pendapat kita pasti dikesampingkan.

Jangan pernah pergi ke forum bahtsul masail jika kitab rujukan yang dibawa adalah karangan-karangan ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qardhawi, Ali Jum’ah, Wahbah al-Zuhaili, Sa’id Ramadhan al-Buthi, dan sesamanya. Ujung-ujungnya, moderator akan berkata “mohon maaf karena kitabnya mua’shir (ulama kontemporer), argumennya tidak dapat kami terima.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketika ditanya kenapa rujukan berupa kitab-kitab kontemporer itu tidak bisa diterima, mereka beralasan bahwa tindakan tersebut dilakukan semata-mata untuk ihthiyat (hati-hati). Alasannya, karena ulama-ulama sekarang dinilai kurang wara, tidak seperti ulama-ulama terdahulu. Oleh karena itu, dalam bahtsul ada dua klasifikasi kitab fikih. Ada kitab fikih mu’tabar (otoritatif) dan ada yang ghairu mu’tabar (tidak otoritatif).

Namun, sistem seperti ini tidak selalu baku diterapkan di berbagai pesantren. Praktik bahtsul masail seringkali dipengaruhi budaya dan pola pikir yang berkembang di pesantren. Beberapa pesantren ada yang memperbolehkan para peserta untuk menggunakan rujukan kitab kontemporer.

Bahkan, ada segelintir yang memperbolehkan para peserta untuk mengandalkan penalaran logis melalui kaidah fikih atau ushul fikih asal bisa dipertanggungjawabkan argumentasinya. Akhir-akhir ini, kitab-kitab ulama kontemporer seperti karangan Wahbah al-Zuhaili dan Yusuf al-Qardhawi juga sudah mulai diterima dalam beberapa forum bahtsul masail (meski kebanyakan masih belum).

Tinggalkan Balasan