Baitul Kilmah Launching Buku di Hari Santri

“Puncak dari Resolusi jihad 22 Oktober 1945, coba kita geledah sejarah perang nasionalis tokoh-tokoh yang disebut nasionalis pada tahun-tahun itu kemana mereka? Mereka sembunyi, mereka jalan-jalan ke luar negeri dalam rangka diplomasi,” katanya.

Dalam pertempuran face to face, keberanian seorang santri tak tertandingi. Bukti dari keberanian mereka adalah bertempur hingga darah penghabisan, sebab santri memiliki doktrin mati syahid dan semangat jihad yang melekat dalam diri mereka. Mereka telah dididik dalam spirit pengabdian dan keyakinan yang mendalam terkait prinsip-prinsip agama dan kemanusiaan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kiai Aguk menyampaikan, jika di situasi seperti sekarang, maka bentuk perjuangan seorang santri adalah belajar. Ia berharap perjuangan para pendahulu bisa dilanjutkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik sebagai pejuang umat, pejuang negara, maupun sebagai pejuang yang berkomitmen.

“Kalau sekarang kita di tempat ini maka perjuangan kita adalah belajar. Mudah-mudahan bisa diteruskan perjuangannya di semua dataran kehidupan ini sebagai pejuang umat, sebagai pejuang negara sebagai pejuang yang sah,” kata Kiai Aguk.

Tinggalkan Balasan