Baitul Kilmah Launching Buku di Hari Santri

Dalam amanatnya tersebut, Kiai Aguk memberikan sorotan terhadap sejarah panjang perjuangan kaum santri dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengingatkan kepada semua santri yang hadir dalam upacara tersebut terkait pentingnya peran santri dalam sejarah bangsa.

“Terdapat perjuangan besar yang dipimpin oleh santri yang bernama Diponegoro. Santri di Mojo, atas perintah Kyai Abdul Rauf, seorang tokoh dalam tarekat sufi, memutuskan untuk melawan kolonial Belanda yang perlahan-lahan telah mencaplok Keraton-Keraton Islam,” ungkap budayawan asal Lamongan, Jawa Timur, itu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jauh sebelum itu, ungkapnya, seorang Kiai asal Sarang, Rembang bernama Kiai Abdurrahman bin Abdul Latif memimpin gerakan perlawanan bersama para santri di daerah Pantura yang dikenal sebagai Perang Sepanjang melawan penindasan bangsa Eropa atau orang kulit putih di Batavia.

Sejarah mencatat sekitar 112 pemberontakan dan perlawanan yang diprakarsai oleh para kiai dan santri. Puncaknya adalah saat Hadratussyekh Hasyim Asy’ari memimpin pembentukan kelompok perjuangan yang dikenal sebagai Laskar Sabilillah atau Laskar Hizbullah. Mereka tidak hanya berjuang melawan NICA, tetapi juga berhasil menghancurkan dan mengusir mata-mata dari Jepang.

Tinggalkan Balasan