Beragama Lebih Bermakna Karena Ilmu

Dalam menghadapi berbagai persoalan; ibadah, muamalah, hingga sosio-politik memang harus berdasarkan perspektif keilmuan. Ilmu akan menstimulus sikap kita dalam bertindak. Orang yang mempunyai ilmu mendalam sudah tentu akan menjalankan sikapnya sesuai muqtadhol hal. Jika dalam kondisi damai, berbaur dengan masyarakat yang beragam termasuk berbeda dalam keyakinan. Maka, sikap yang dipertunjukkan mengedepankan rasa humanis, toleransi, moderat, dan egaliter.

Gus Baha hadir sebagai role model dengan membawa kesegaran yang santai, luwes, tapi berbobot. Di dalam majelis yang dibawakan, ia selalu membawa rasa optimisme bagi jemaahnya dalam berislam. Beragama dan berislam harus linier menampilkan kemudahan, keringanan, dan riang gembira.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di sinilah pentingnya berislam yang berasaskan keilmuan, ia akan menghadirkan nilai-nilai keberimbangan yang seyogyanya harus dihadirkan secara ramah dan mudah demi terciptanya iklim keberagamaan yang proporsional nan sehat.

Data Buku

Judul Buku: Islam Santuy ala Gus Baha
Penulis: Tim Harakah ID
Penerbit: Harakah Books
Cetakan: II, November 2020
Tebal: 170 halaman

Tinggalkan Balasan