Berteman dengan Kegelapan

Tapi, bagi mereka yang benar-benar mencari cahaya sejati, kegelapan bisa jadi sahabat yang paling mengerti di mana tempat cahaya itu. Kegelapan akan menjadi teman setia bagi mereka yang menujunya. Dalam kitab Maraqil Ubudiyah karangan Syaikh Muhammad An-Nawawi Al-Jawi, yang merupakan sarah dari Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali, disebutkan bahwa bahwa salah satu unsur jika kita ingin lebih dekat dengan Tuhan adalah dengan menyendiri di suatu tempat yang gelap, menutup mata, dan memusatkan segala pikiran hanya kepada-Nya.

Atas dasar hal itu, kegelapan bukanlah hal yang harus dihindari. Ia adalah penyeimbang dari cahaya. Sekaligus makhluk yang diciptakan Tuhan sebagai pengantar jalan menuju kesejatian. Tugas dari kegelapan lebih berat daripada cahaya. Kegelapan harus menjadi bahan olok-olok dan sebagai penerima cacian. Namun, tugas sebenarnya adalah mempertegas cahaya, agar dia lebih mudah dicari. Tak akan pernah ada manusia yang bertemu dengan kesejatian cahaya, tanpa mengarungi kegelapan diri mereka sendiri dan menjadikannya cermin agar menemukan yang sejati.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan