Bila Santri Lomba Cas-cis-cus…

Bagaimana akhir dari lomba itu? Alhamdulillah, ternyata kami mendapat juara. Sebuah kesuksesan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Persiapan yang minim, kemampuan yang terbatas, hanya ke-PD-an yang menjadi dasar. Meski demikian, kemampuan kami dalam Bahasa Inggris cukup lumayan.

Setidaknya, saya sendiri sudah beberapa kali berjumpa dengan para turis dari luar negeri dan mampu berkomunikasi, walaupun dengan kata dan kalimat yang sederhana. Terkahir, saya berjumpa dengan ssorang turis pada saat mendaki di Gunung Lawu. Mereka berasal dari Kanada dan sudah beberapa hari “tersesat” di wilayah Indonesia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kontes percakapan Bahasa Inggris memang sudah berlalu. Kini tinggal kenangan dengan segala nostalgianya. Jika saya bertanya kepada Syafi’i, apakah masih ingat dengan kejadian itu? Saya tidak yakin, bahwa Syafi’i menjawab ingat. Sebab, bagi sebagain orang, sesuatu yang berlalu dianggap angin saja. Tidak memberikan nuansa jejak yang harus diingat sepanjang masa.

Bagi saya yang suka menulis, jejak masa lalu adalah kenangan yang akan menjadi sejarah yang akan ditulis dengan “tinta emas”. Semoga kisah ini bermanfaat dan menginspirasi banyak orang, walaupun dengan topik yang sangat sederhana. Wallah A’lam! 

Tinggalkan Balasan