Buah Mangga Pengantar ke Surga

Setelah pembacaan selawat selesai, suara orang-orang yang pulang dari surau Kiai Mus terdengar jelas di telinga Nenek Salimah: gelak tawa dan senda gurau mereka bergema di telinganya. Wajah-wajah gembira mereka tergambar jelas di benak Nenek Salima. Ia seakan melihat dengan jelas orang-orang yang datang dari suarau Kiai Mus itu penuh rasa kebahagian, karena telah merayakan sekaligus menyedekahkan buah-buahan. Nenek Salima murung, mengingat niatnya tak juga terkabulkan.

***

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Keesokan harinya, tersebar kabar yang menggegerkan para penduduk kampung: Nenek Salima di temukan mati di atas ranjangnya, tanpa luka sedikit pun. Buah mangga di depan gubuknya pun akhirnya terjatuh, terbentur penduduk kampung yang berdesakan— dengan wajah penasaran— mendatangi gubuk Nenek Salima untuk mencari tahu sebab kematiannya. Tapi kematian Nenek Salima tak ada yang bisa memberi penjelasan secara pasti, selain hanya jawaban “ takdir Tuhan”.

Satu minggu setelah kematian Nenek Salima, Kiai Mus bermimpi, dan menceritakan mimpimnya kepada para jamaahnya: ia bermimpi bertemu Nenek Salimah di surga, berteduh di bawah pohon mangga yang berbuah sangat lebat.

Yogyakarta, 2021.

Tinggalkan Balasan