Perbuatan lelaki itu juga mengundang kegusaran putri sulung Gus Dur, Ning Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid alias Alissa Wahid. Hingga dalam cuitan twitternya, ia menulis, “Meyakini bahwa sesajen tidak boleh, monggo saja. Tapi, memaksa itu kepada yang meyakininya, itu yang tidak boleh.” Ia juga menambahkan, “Repot memang kalau ketemu yang model-model begini. Susah banget memahami bahwa dunia bukan milik kelompoknya saja.”
Hal senada juga disampaikan oleh Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A., Ph.D. atau biasa dipanggil Gus Nadir. “Lihat salib, kamu cemas. Lihat sesajen, kamu galau. Lihat patung, kamu gelisah. Iman yang rapuh selalu tak nyaman,” kata Gus Nadir di akun twitternya. Bahkan ia juga melanjutkan, “Jika kamu hapus semuanya pun imanmu gak akan tambah kuat, karena masalahnya bukan pada mereka, tapi pada dirimu sendiri. Belajarlah untuk beragama dalam keberagaman.”

Netizen pun juga banyak yang marah. Kemarahan mereka diluapkan dalam status atau komentar beberapa postingan yang mengunggah video lelaki viral tersebut. Saya pun sebenarnya juga ingin jari ini menunjuk-nunjuk ke lelaki itu sambil berujar dengan kalimat yang hampir sama dengan yang ia lontarkan, “Ini yang membuat marah umat beragama. Jarang sekali disadari, bahwa inilah yang mengundang marah umat beragama, hingga umat beragama menurunkan kegeramannya.”
Sesajen bukan bola, jangan ditendang. Mari beragama yang ramah, bukan yang marah. Mari kita berpelukan menerima keragaman, bukan pertikaian yang tuai kegeraman.
