“Karena aku bukan masa depanmu, seperti kelak kau juga tak sudi aku menjadi masa lalumu.”
Sayap seekor gagak mengepak. Buntut seekor celurut beringsut.

HENING, HENINGLAH MALAMKU
Hening, heninglah alamku
Hening, heninglah malamku
Adakah kabar telantar
yang mesti kudengar
di antara belukar
sehabis terbakar
Ingin kudengar lagu rindu
di antara derap rapi sepatu
dari bibir mungil bergincu
dari hati yang galau
Hening, heninglah alamku
Hening, heninglah malamku
Aku datang
dari sebuah siang yang terangsang
pada tubuh malam yang telanjang
di bawah bulan yang menerang
Ingin kutuntaskan rindu mendendam
pada tubuh malam yang jadi pengeram
lahirnya masa sebening pualam
dari risau hati anak-anak haram
