MEJA PENYAIR
bayangkan, jika Sapardi ada di sini,
maka meja-meja akan rapi, burung-burung gereja menghampiri, sedang semangkok ilalang bernas dalam hidangan.

bayangkan, jika Jokpin ada di sini,
maka semua orang bercelana panjang, di atas meja banyak kaleng-kaleng Khong Guan, dan di samping kasir tergeletak telepon genggam.
bayangkan, jika Chairil ada di sini,
maka semua kursi menjelma binatang jalang, luka-luka abadi, dan kanan-kiri saling gisru soal mimpi.
bayangkan, jika Goenawan ada di sini,
maka setiap kepala menebar ragu, meja-meja penuh tafsir, perihal humanisme dan nasionalisme, serta meja menghidangkan caping-capingnya.
2026.
MUSIM KENANGAN
saat pertemuan sudah selesai
dan kenangan menjadi usang.
maka lupakan orang-orang di sekitarmu
:abaikan!
suara-suara hujan,
tugur lampu semalaman,
daun-daun menjadi kuyu,
juga reranting kedinginan.
semuanya biarkan.
selanjutnya,
biarkan malam menyelesaikan sisanya.
serupa kemenyan menebar aroma dupa
sebelum malam
beranjak bersama rembulan
biarkan bumi
mengarsipkan kenangan itu.
berakhir kemarau panjang.
2026.
BUNGA-BUNGA LIAR
dan bunga-bunga liar
kembali tumbuh di kepalaku.
merampas bilah-bilah lobus parietal-ku
belum lama ini,
Tuhan sudah memberi tanda.
jika tubuh berbau tanah, maka sudah dekat saatnya.
jika keringat melukis wajah, sudah hampir saatnya.
kini,
kulihat bayangan maut
mengetuk jari di balik jendela.
memberikan waktu
untukku: untuk berdoa.
2026.
Sumber ilustrasi: unsplash.
