“Ndilallah, ujuk-ujuk saya tahu.”
“Apakah sampean pohon wali?”

“Saya tidak tahu. Bukankah hanya wali yang dapat mengetahui wali? Lagi pula saya hanya sebatang pohon mahoni. Hanya, sekarang saya jadi ingin memberitahu sampean tentang keadaan saya ini, agar sampean tidak berpikir yang bukan-bukan tentang kami…”
“Kalau begitu, beritahu saya…”
“Baiklah. Sebetulnya saya sengaja merontokkan semua dedaunan saya…”
“Astaghfirullah! Apa sampean telah edan, bukankah itu bisa membunuh sampean?”
“Dengarkan dulu penjelasan saya. Ini saya lakukan karena pola hidup yang telah saya jalani secara rutin, mulai dari saya kecil sampai sebesar sekarang, entah mengapa, menjadikan saya lambat laun melupakan peran Gusti Allah Ta’ala dalam hidup saya.”
