Burdah, Ekspresi Cinta al-Bushiri kepada Nabi

Artinya: “Karena sesungguhnya keutamaan Rasulullah tidak terbatas sehingga tidak munkin diurai dengan kata-kata.”

Syair-syair Qasidah yang menurut saya terdengar begitu indah ternyata tidaklah cukup untuk menguraikan kemuliaan Baginda Nabi Muhammad. Tak terbayangkan bagaimana terkagumnya kita jika mengetahui langsung cahaya kemuliaannya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lewat syair-syair ini pun, Imam al-Bushiri mengungkapkan kekaguman dan kecintaannya kepada Baginda Nabi. Selain itu, ungkapan kekaguman dan raaa cinta, syair-syair Burdah juga memberikan nasihat dan ajakan kepada para pembacanya agar selalu menisbatkan segala kebaikan dan kemulian kepada Nabi Muhammad Saw.

Harus diberi catatan, memuji Rasulullah dan mengangung-agungkannya bukan berarti menganggapnya sebagai Tuhan. Melainkan, pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah manusia yang dipilih sebagai kekasih Tuhan yang syafaatnya selalu kita harapkan.

Bab mencintai kekasih Allah sebenarnya juga sudah diajarkan oleh Al-Quran, “Sungguh Allah dan paraa malaikat berselawat atas Nabi. Hai orang beriman, berselawatlah atasnya dan berilah kepadanya dengan sehormat-hormatnya salam.” (QS Al-Ahzab: 56).

Tinggalkan Balasan