Burdah, Ekspresi Cinta al-Bushiri kepada Nabi

Kecintaan Imam Muhammad al-Bushiri kepada Baginda Nabi terangkai begitu indah lewat syair Burdah ini. Di dalamnya terdapat pengakuan bahwa Rasulullah merupakan satu-satunya manusia yang diharapkan pertolongannya di saat menghadapi berbagai macam goncangan yang mencekam.

Imam al-Bushiri menggambarkan Rasulullah yang keindahannya tanpa banding, menggambarkan kesederhanaan Rasulullah di atas posisinya sebagai manusia terbaik di sisi Allah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada bait ke-39, misalnya, Imam al-Bushiri menuliskan,

وَكُلُّهُمْ مِن رسولِ اللّهِ مُلْتَمِسٌ
غرْفًا من البَحْرِ أَوْ رشْفًا من الدِّيَم

Artinya: “Nabi-nabi yang pernah ada hanya bisa mengambil seciduk dari samudera akhlak Nabi, juga hanya sanggup menelan seteguk saja dari seluruh hujan kemulian yang dimiliki beliau Saw.”

Penggambaran itu bahkan dipertegas lagi pada bait ke-42,

مُنزَّهٌ عن شَريكٍ فِي محَاسَنِهِ

                                      فَجَوْهَرُ الحُسنِ فيه عَيْرُ مُنقَسِم

Artinya: “Rasulullah merdeka dari sekutu dalam keindahan-keindahannya, pada diri beliau permata keindahan itu tidak terbagikan dengan siapapun.”

Sebegitu besarnya keutamaan-keutamaan Baginda Nabi, sang penyair mengatakan tidaklah mungkin bisa diuraikan dengan kata-kata. Hal itu dituturkannya dalam bait syair ke-45,

فَانَّ فَضلَ رسُولِ اللّه لَيس لهُ حدٌّ فَيَعْرِبَ عنه نَاطِقٌ بِفَمِ

Tinggalkan Balasan