Jika saat ini ruang publik sesak dengan asumsi dialogis yang kerap membuat kita tersedak, pesan-pesan Buya dalam rangkaian tulisannya memberikan napas segar, memberikan aroma kasturi yang wangi, memberikan kelegaan yang tiada batas.
Oleh sebab itu, wafatnya Buya menjadi tangis dari berbagai kalangan. Akan tetapi juga menjadi senyum yang rupawan, ketika nilai-nilai yang ia tanamkan untuk generasi selanjutnya bisa dituai dan dihidangkan dengan semangat kemanusiaan seorang Buya Syafii Maarif.

Saya teringat istilah Yunani yang berbunyi Kalos Kagathos, bahwa sesuatu yang indah dan menawan adalah ketika ia mampu memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada lingkungan sekitar. Buya adalah manusia yang memberikan ketenangan dengan kesederhanaannya, di satu sisi ia juga memberikan kebahagiaan bagi siapapun yang datang ngalap berkah kepada beliau.
Dari sini saya yakin, bahwa Buya adalah orang yang baik, orang yang memiliki cara, jarak, dan sudut pandang yang kaya akan cakrawala. Dari aspek kemanusiaan sudah tak terbendung lagi semangatnya. Dan tentunya, sebagai Guru Bangsa, Buya Syafii Maarif adalah Manusia Kalos Kagathos yang pernah dimiliki oleh Nusantara.[]
