Cara Melihat Pendakwah

Implikasi yang paling terasa dari kombinasi tersebut adalah, dimutlakkannya pendakwah sebagai pewakil tunggal suara langit. Kebenaran-kebenaran universal, ataupun kebijaksanaan di luar bahasa agama ataupun di luar bahasa kelompok kemudian sulit untuk dikenali lantaran telah terbentuk habit yang mengkultuskan pendakwah pada totalitas tertentu.

Dengan kata lain, pendakwah dilihat sebatas perannya pada penyampai suara langit. Melihat pendakwah dalam lensa sosiologi ataupun politik, adalah sesuatu yang tabu, kecuali segelintir ilmuan sosial atau ahli Islamic Studies di universitas, yang itupun sering jadi bulan-bulanan sejumlah pendakwah yang melekatkan mereka pada label liberal.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Salah satu manfaat dari melihat pendakwah lebih dari sekadar lensa agama adalah, lebih rendahnya peluang kita menjadi fanatis, baik itu fanatik NU, Muhammadiyah, maupun kelompok lain. Konservatisme tidak melulu tentang semangat formalisasi Islam, melainkan bisa juga berupa obsesi nasionalisme yang mendekati ultra-nasionalis.

Di samping itu, manfaat lainnya adalah, teropong sosiologi dan politik pada pendakwah bisa mencegah kita dalam proses komodifikasi agama dalam rantai hubungan mesra antara pendakwah kharismatik dan industri media. Lensa sosiologi dan politik memungkinkan kita untuk mengurai secara pelan dan rapi atas simbol, wacana, arah, orientasi, dan struktur yang dimainkan oleh pendakwah.

Tentu ada banyak faktor yang menentukan bagaimana kita menyikapi dan melihat pendakwah, seperti sinetron, televisi, media sosial, politik, tradisi keluarga, pengalaman pendidikan, lingkungan sekitar, dan lain-lain. Namun, adanya variasi pengaruh inilah yang secara tidak langsung juga menjelaskan mengapa pendakwah tidak bisa dilihat sebatas lewat lensa religi semata.

Tinggalkan Balasan