Menurut Kiai Asep, istighfar itu akan menyebabkan gundah jadi senang, Allah SWT memberi jalan keluar, orang tua siswa menjadi gampang rezeki dan bahkan diberi rezeki secara tak terduga oleh Allah SWT.
Selain itu, agar perasaan santri tidak gundah atau galau, pihak pondok mengambil kebijakan semua santri, tanpa kecuali, naik kelas selama wabah Corona melanda Indinesia. Sebab, jika tidak naik kelas akan berakibat pada dua hal. “Pertama, mereka akan sedih karena tidak naik. Kedua, sedih karena biaya yang sudah dikeluarkan selama satu tahun. Nah, kesedihan ini akan menurunkan imunitas. Jangan sampai ini terjadi. Itu masalahnya,” kata Kiai Asep.

Meskipun semua santri naik kelas tanpa kecuali, lanjut Kiai Asep, tetap harus melalui proses ujian sesuai kondisi Covid-19. Artinya, lewat ujian online. Tapi, jika rumah santri tak terjangkau Internet, misalnya, maka pihak sekolah harus mendatangi rumahnya. “Kita harus mengalah. Kan tidak baik jika naik kelas tanpa pemrosesan,” tegasnya.
