Dalam skema (Johan Gantung: 1969), kekerasan dapat dibedakan menjadi tiga istilah; pertama, kekerasan langsung, kedua, kekerasan struktural; ketiga, kekerasan kultural (hlm. 27). Ini menunjukkan bahwa musuh-musuh kemanusiaan (carok) itu telah benar-benar mengalami perkembangan, dan perkembangannya bergeser sebagai kekerasan yang disebut nyelep, tidak bersifat individual, bisa juga berubah menjadi carok kolektif, tidak hanya memuat dimensi kultural, namun sosial juga politik. Karena itu carok membutuhkan upaya pencegahan dari kita semua.
Buku ini hemat penulis sangat menarik karena di dalamnya memberikan perspektif berbeda tentang carok. Carok yang semula hanya dipahami sebagai kekerasan langsung yang merupakan perilaku yang mengancam kehidupan individu, tapi kini buku ini menghadirkan pembahasan carok yang tidak lagi dipahami seperti itu. Terjadi pergeseran carok, dalam arti menjadi kekerasan tidak langsung yang nantinya disebut nyelep.

Barangkali penting memiliki buku ini biar pembaca menjadi semakin paham mengenai perbedaan dari keduanya: yang mana yang dikategorikan carok, dan yang mana yang disebut nyelep. Selamat membaca.
Data Buku:
Judul : Carok: Praktik Kekerasan Hegemonik dalam Kontestasi Kuasa di Ranah Sosial-Kultural dan Politik
Penulis : Siti Aminah dkk.
Penerbit : Prenadamendia Group (Kencana)
Tahun : Mei 2024
Tebal : xviii, 146 halaman
ISBN : 978-602-383-201-9
